Bermain Korelasi (Part 2)

22.16 Dea Maesita 0 Comments


Di postingan sebelumnya saya pernah bilang mau bercerita tentang dua korelasi. Tapi ternyata saya baru nyadar kalau ada tiga dooong~
Mari disimak postingan penting ga penting ini!

Gerimis yang Sederhana
Cerpen sejumlah 12 halaman ini merupakan cerita pembuka di kumcer “Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi” yang saya baca pada awal Maret lalu. Cerpen karya Eka Kurniawan ini berkisah tentang Mei dan Efendi, seorang perempuan dan laki-laki yang akan bertemu untuk pertama kalinya setelah dikenalkan oleh teman mereka.

Saking nervousnya, Mei sampai mengelilingi restoran Jack in the Box tiga kali sambil terus memperhatikan Efendi yang sudah duduk di dalam sana sambil menikmati burger. Sementara itu ketika Efendi menunggu di restoran, seorang pengemis datang kepadanya untuk meminta recehan. Sekonyong-konyong dia menyerahkan semua recehan kepada pengemis itu dan menyisakan dua koin quarter untuk membeli koran.

Mei dan Efendi akhirnya bertemu. Setelah sibuk berbasa-basi di dalam mobil, mereka berdua membicarakan tentang pengemis yang ada di dalam restoran tadi. Efendi memberanikan diri untuk mengajak Mei mencari pengemis itu. Namun Mei yang trauma dengan pengemis akhirnya mengelak. Ia juga menanyakan apa pentingnya mencari pengemis ketika sedang jalan berdua? Ternyata oh ternyata, selain memberikan recehan, Efendi juga tak sengaja memberikan cincin kawin yang disimpannya di saku celana kepada Sang Pengemis! Part yang paling jleb itu ketika Mei bilang, “Ya ya, aku tahu. Aku juga pernah kenal seorang lelaki yang selalu mencopot cincin kawinnya setiap bertemu perempuan baru”. Jeng jeng!

Abis baca cerpen ini saya langsung berdoa biar ngga dapet pasangan (nantinya) yang kelakuannya kayak Efendi. Entah perempuan yang cuek sekaligus posesif dalam satu waktu itu namanya apa. 

Film Pendek Joko Anwar
Masih di bulan yang sama, saya pergi ke XXI Short Film Festival di Epicentrum Walk yang ditonton dadakan karena tadinya cuma pengen ke Gramedia. Pada event ini ada beberapa film pendek karya Joko Anwar yang saya tonton. Yang paling saya ingat adalah film pembukanya karena saya sadar bahwa ceritanya ada korelasi dengan Gerimis yang Sederhana.

Filmnya sendiri merupakan film komersil untuk produk Blackberry. Joko Anwar bilang kalau film ini ia rekam secara spontan ketika ia masih punya sisa waktu sebelum boarding pesawat di Eropa. Film berjudul La Promese ini berkisah tentang seorang perempuan yang marah kepada kekasihnya karena nggak jadi dateng ke rumah padahal udah ditunggu-tunggu.
Si Lelaki mengarang cerita bahwa dompet dan ponselnya dijambret ketika hendak pergi ke rumah Si Perempuan. Pada awalnya Si Perempuan nggak percaya begitu saja. Tapi karena Si Lelaki pandai mengambil hati, Si Perempuan akhirnya luluh dan memaafkannya begitu saja. Apalagi ketika Si Lelaki menyodorkan sekotak cincin dan berlutut di depannya. Gara-gara cincin, Si Lelaki dan Si Perempuan memang akhirnya jadi sepasang kekasih kembali. But, wait a minute, this is not the ending of the story!

Film ini diakhiri dengan adegan Si Lelaki yang selingkuh dengan perempuan lain. Ternyata Si Lelaki cuma mengincar harta karena Si Perempuan lebih mapan! Scene yang paling jleb adalah ketika selingkuhan Si Lelaki mengejek Si Perempuan karena menjadi wanita yang terlalu baik. Oh well!


How I Met Your Mother – Season 1 Episode 3
Entah untuk yang ke-berapa kalinya saya menonton ulang sitkom kesayangan, lalu nggak sengaja episodenya muterin yang masih berkorelasi sama dua kisah di atas. Episode berjudul Sweet Taste of Liberty ini bercerita tentang Lily dan Robin, dua teman wanita yang hangout di bar Mc’Larens. Ini adalah kali pertama mereka menghabiskan waktu berdua karena biasanya ada Ted, Barney, dan Marshall. Marshall (tunangan Lily) sedang menuju Philadelphia sehingga tak bisa menemani mereka.

Di Mc’Larens, Robin dihampiri oleh banyak lelaki sedangkan hal yang sebaliknya terjadi pada Lily. Ternyata “ring effect” alias cincin yang melekat di tangan kanan Lily lah yang menjadi penyebabnya. Lily yang merasa iri dengan kesuksesan Robin yang digaet banyak pria, plus karena sudah sembilan tahun tidak merasakan sensasi seperti itu akhirnya membuat Lily penasaran lalu melepas cincin dari tangannya. Dengan agak ragu, ia meminta izin kepada Marshall melalui telepon dan langsung di-iya-kan oleh tunangannya itu.

Pada awalnya Marshall nggak jealous sama sekali, tapi lama-lama dia penasaran dan akhirnya menyusul Lily dan Robin di Mc’Larens. Di sana ia mendapati Lily bersama seorang lelaki. Di scene ini lah akhirnya ketahuan bahwa Marshall ternyata bisa jealous juga dan takut kalau tunangannya diambil lelaki lain. Dia nggak mau Lily ngelepas cincinnya lagi apapun itu alasannya.

One of the sweetest couple on earth! #imho

----

Well then, ada yang bisa jawab apa korelasi dari tiga kisah yang saya ceritain di atas?
Feel free to tell me your opinion :)

You Might Also Like

0 comments: