Menyelami Drama Komedi di Talak 3 (Review Film)

20.42 Dea Maesita 4 Comments

Image source: muvila


Februari merupakan bulan yang tepat untuk merilis film dengan kategori cinta-cintaan. Beberapa deret judul film Indonesia seperti Surat dari Praha, Terjebak Nostalgia, A Copy of My Mind, saya telaah satu per satu. Namun karena partner nonton saya nggak suka film drama, akhirnya kali ini saya mengalah dan ikut mencoba menikmati film komedi Indonesia.


Berawal dari liburan-panjang-tapi-nggak-tau-mau-ngapain ketika libur imlek kemarin, saya dan seorang teman akhirnya memutuskan untuk menonton film ini di bioskop kawasan Setiabudi. Itu pun berdasarkan hasil perdebatan dan gambling yang cukup lama. Di hari pertama dari tiga hari libur itu, saya dan Bang Surya sedang melakukan ritual mencicipi coffee shop lokal yang kali ini membawa kami pergi ke kawasan Hang Tuah. Berhubung ngopi terlalu singkat sedangkan liburannya masih terlalu panjang, akhirnya kami sepakat menghabiskan waktu dengan pergi ke bioskop. Masalahnya, seperti yang sudah saya mention di atas, selera kami beda banget nget nget! Saya 100% suka film drama, sedangkan dia suka film action dan komedi Indonesia. Dia pun mengusulkan film Talak 3 dan menyodorkan trailernya. Bermodal wifi dari Coffee Shop, akhirnya kami mengecek jadwal di 21cineplex dan meluncur ke Setiabudi One sambil hujan-hujanan. Niat banget!


Begitu masuk ruangan bioskopnya, nggak nyangka penontonnya cukup rame untuk jadwal yang se-malam itu (nonton jam 20:30-22:30 menurut saya cukup larut anw :p). Penontonnya pun bervariasi, nggak cuma anak muda tapi banyak juga yang middle age ke atas. Deretan nama terkenal seperti Hanung Bramantyo, Reza Rahadian, Laudya Chintya Bella, Vino G Bastian, mungkin berhasil membuat mereka untuk tertarik menonton Talak 3. Kalau nggak diiming-imingi aktor-aktris kelas wahid dan settingnya yang di Jogja pun saya mungkin awalnya nggak bakal kepincut.

Pertama kali melihat trailer Talak 3, yang lebih terbayang di pikiran saya film ini adalah film komedi. Namun anggapan tersebut berubah ketika saya menonton filmnya sampai akhir. Bisa dibilang film ini berisi 50% cinta-cintaan dan 50% komedi. Fair enough buat saya yang suka film drama dan partner nonton saya yang suka film komedi! :p

Di scene-scene awal, kami disuguhi adegan-adegan kocak yang membuat kami tertawa lepas. Contohnya adegan-adegan di KUA ketika Dodit Mulyanto mulai muncul dan mengacaukan rencana rujuk Risa (Laudya Chintya Bella) dan Bagas (Vino G. Bastian). Baru kemudian di pertengahan film, unsur drama mulai terasa dan membuat penontonnya jadi terserang baper akut.

Cerita tentang dua orang yang mantap bercerai Talak 3 namun mendadak kemudian ingin rujuk karena urusan bisnis (walaupun akhirnya tumbuh benih-benih cinta kembali di antara mereka), ini berhasil menciptakan plot-twist yang menarik untuk dicerna, seperti ketika usaha rujuk mereka yang gagal karena Risa yang tak berhasil mendapatkan muhalil yang bisa diajak membuat perjanjian dan karena ada petugas KUA yang nggak bisa disuap untuk membuatkan akte nikah palsu.

Pada akhirnya, kesepakatan Bagas dan Risa untuk menjadikan Bimo (sahabat sekaligus rekan kerja mereka berdua) untuk menjadi muhalil bo’ong-bo’ongan membawa ritme film ini menjadi lebih menarik (dan lebih bikin baper tentunya). Bimo yang ternyata menyukai Risa sejak jaman sekolah akhirnya harus dihadapkan pada dua pilihan, antara tulus ikhlas ingin menjadi muhalil bagi kedua sahabatnya, atau harus menunjukkan rasa cintanya kepada Risa yang sudah dipendamnya sejak lama.

Adegan yang paling saya ingat di film ini adalah ketika Risa bertandang ke kosan Bimo dan menemukan kertas ulangan ketika jaman sekolah. Dari situ lah Risa tersadar bahwa Bimo selalu berusaha melindungi Risa dengan tulus, namun tak pernah berhasil untuk mengungkapkan itu semua.

Banyak hikmah yang bisa diambil dari film ini, tak hanya mengenai kisah percintaan dan rumah tangga, tapi juga dari segi politik (kasus suap-menyuap di KUA), dari segi agama (proses bercerai maupun ketika rujuk kembali), dan mengenai hubungan pertemanan. Saya pun pulang dengan lega karena filmnya happy ending!

You Might Also Like

4 komentar:

  1. Ternyata filmnya sedikit bergenre komedi juga yak, gua penasaran sih sm film nya setelah tonton trailernya d yutub, apalagi pemainnya reza rahardian, vino, ditambh ada bela. Makin gak sabar aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku nggak heran sih kalo soal komedinya. Kagetnya malah karena ada dramanya yg serius banget :D
      Hihi selamat menonton

      Hapus
  2. Baru nonton trailernya doang sih, kayaknya seru, di tambah ada aktor favorit Vino G. Bastian. Rencananya minggu besok juga mau ke bioskop nonton film talak 3, sekalian refreshing otak sebelum besoknya kuliah. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Errr Vino emang prince-nya FTV + film Indonesia banget ya!
      Met ngebioskop ria! :D

      Hapus