Pria dengan Backpack itu

15.41 Dea Maesita 3 Comments

By : @deaa_martha
Teruntuk : @arievrahman


Hai Kak Ariev. Duh, tanganku dingin semua ketika menulis surat ini di Microsoft word. Eh, jangan GR dulu tho Mas, tanganku dingin gara-gara AC di kantor lagi bekerja dengan maksimal, bukan karena nervous. *ditabok* #Eh (Surat cinta macam apa ini).

First of all, I’ll let you know my name. Actually, everyone calls me Dea, with or without “imut”. Tapi buat Kak Ariev, terserah aja deh mau nagsih embel-embel apa di belakang nama pendekku ini. Well, berdasarkan hasil ke-kepoan-ku, Kak Ariev berkantor di daerah Slipi ya? Kalau iya, berarti aku berada beberapa ratus meter di permukaan tanah, #eh. Beberapa ratus meter dari kantornya Kak Ariev maksudnya. Dan kalau betul iya, berarti aku melewati kantornya Kak Ariev, hampir di setiap pagi. Sebetulnya, aku sudah ingin menulis surat ini sejak setahun yang lalu di #30harimenulissuratcinta, ketika aku masih berada di Semarang. Dan ajaibnya, tahun ini aku menulis surat ini di Jakarta. Di kantor yang berada di lantai paling atas, kawasan S. Parman.

Ok, I’m going to make some confession to you, Kak. Aku ingat sekali, sewaktu itu aku masih berstatus menjadi anak kos di daerah Tembalang, Semarang, ketika aku mulai menonton satu persatu video SosiShot. Mataku jatuh pada sesosok pria berkulit coklat yang hanya muncul dengan dialog beberapa kalimat. Pria di warung sushi itu, berhasil membuatku men-search nama @arievrahman, lalu meng-klik tombol follow. Dan aku juga masih ingat ketika aku menanyakan mengenai penggunaan backpack, di twitter. 

Ketika itu aku menanyakan kepada Kak Ariev mengenai travelling menggunakan backpack, karena kondisi tulang punggungku yang agak tidak normal. Lalu Kak Ariev menyarankan untuk menggunakan koper, serta meninggalkannya di hotel ketika travelling. You know what happend after that? Aku tetap menggunakan backpack yang beratnya berkilo-kilo setiap kali bepergian. Hahaha. Larangan dari dokter aja aku abaikan, apalagi anjuran dari Kak Ariev. :P

Apa yang membuatku tertarik pada Kakak? Well, jawaban ini mungkin sama dengan jawaban fans Kakak yang lainnya. Aku tertarik ketika Kak Ariev menuliskan postingan di blog yang menceritakan pengalaman travelling bersama Mama. Jarang sekali aku menemukan seorang travel blogger yang menceritakan mengenai hal itu.

By the way, beberapa kali aku menemukan status twitter kakak, yang sedang berada di bandara atau stasiun. Dan itu selalu nyaris!, karena pada waktu itu, aku juga sedang di stasiun dan bandara, namun hanya berbeda beberapa jam dari jadwal kepergian Kakak.

Sampai sekarang aku masih selalu berharap untuk bisa bertemu dengan pria berkulit coklat, yang ada di laman youtube itu. Lalu bersiap untuk melambaikan tangan, dan melihat reaksi bingungnya karena tak mengenali wujud yang menyapanya itu.  Am I dream too high? 

Dan akhirnya, surat cinta yang niatnya akan ditulis dengan panjang dan lebar ini harus menemui kenyataannya bahwa, surat ini hanya ditulis beberapa paragraf dikarenakan deadline tulisan yang menghadang. Thank you, Kak. Sudah berkenan membaca surat cinta nan aneh ini di Bulan Februari. Salam kenal! :)

You Might Also Like

3 komentar:

  1. Hai Dea,

    Ah, jadi gimana punggungnya setelah maksain pakai backpack, semoga gak ada masalah ya. Lalu terima kasih sudah menonton Sosishot, yang mana setelah episode itu, aku gak ditawain main lagi.
    AKU GAGAL.

    Ah, semoga kita bisa berjumpa di kesempatan berikutnya. Di stasiun, bandara, atau bahkan di sebuah kedai kopi sambil bercerita tentang apa saja.

    Ah, terima kasih telah mengirimkan surat untukku, selamat mengejar deadline, dan salam untuk Mama. Salam kenal!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you, Kak. Sudah memberi beberapa patah paragraf yang ketiga-tiganya diawali dengan kata "Ah". :D

      So far nggak ada masalah. Tapi mungkin postur aja yang agak keganggu. Hihi, mungkin Kak Ariev perlu berlatih akting ke Arief yang satunya lagi. #eh

      Yeah, i wish! Tapi entah berapa besar peluang bertemu secara tak sengaja di kedai kopi, mengingat bahwa ada berapa ratus kedai kopi yang ada di urban city ini. :")

      Sama-sama, Kak. Senang juga akhirnya bisa menuliskan surat untuk kakak, di sela-sela tugas ngadmin sehari-hari. :D

      Hapus
  2. Nice share nih juragan.. keep posting, semoga postingannya selalu memberikan banyak manfaat untuk banyak orang. amiiinnn.. ^_^

    BalasHapus