Kepada Sebuah Tempat

14.55 Dea Maesita 0 Comments



Kudus-Semarang, 1 Februari 2014
------------------------------------

Hey! Saat menulis surat ini, aku sedang berada di dalam mobil, tepat dua jam lagi untuk menemuimu.

Kamu tempat dimana semua kenangan berasal, sejak empat bulan yang lalu. Setiap kuingat namamu, yang terbayang dalam sekian detik pertama, adalah gaya vintage-mu. 

Kamulah tempat bertemu sekaligus berpisah. Tempat untuk bertemu dengan segala kemungkinan yang baru, dan tempat dimana berpisah dengan kenyataan yang lalu.

Pelukanmu yang redup dan hangat, membuat banyak jiwa menyukai ketenanganmu.  Dan kamu mungkin tak pernah tahu kan, bahwa aku mencemburui itu. 

Aku teringat ketika aku memaki-maki dan bersumpah serapah di dalam kereta, hanya karena kereta  yang kutumpangi  terlambat empat jam. Begitu ada di sandaran kursimu, aku kembali luluh, hilang semua emosiku seketika. Saat itu aku menyadari bahwa kamu adalah satu keajaiban dari semua yang Tuhan ciptakan, selain hujan.

Aku tahu kamu sudah tak muda lagi. Namun aku juga tahu bahwa kamu selalu kokoh. Tak peduli air deras kehidupan di Semarang yang selalu menggerus fisik dan batinmu. 

Kau membuatku tak pernah merasa kesepian, karena engkau selalu memperkenalkanku dengan orang-orang yang baru, termasuk dengan lelaki lain. Eh, aku bahkan tak tahu, apa jenis kelaminmu.

Hmmm sepertinya aku hanya menuliskan kebaikanmu di surat cinta ini. Karena memang, sejauh ini aku belum menemukan kekuranganmu. 

Sudah dulu ya. Satu jam lagi aku sampai. Sampai bertemu ya, Stasiun Tawang. Aku selalu menyukai kehangatanmu.


You Might Also Like

0 comments: