Be a Smart Jobseeker

12.41 Dea Maesita 1 Comments

Remaja -ALAY-Dewasa
Mahasiswa-JOBSEEKER-Pekerja
Is it true? :D
Kali ini saya akan sharing mengenai pengalaman saya yang kebetulan baru saja terjadi kemarin siang. Semoga bermanfaat. Tetap berhati-hati ya teman-teman :)

***

Tak bisa ditampik bahwa puluhan ribu orang di Indonesia berstatus sebagai jobseeker. Itu berdasarkan analisa pribadi saya terhadap jumlah kedatangan jobseeker, pada jobfair yang diadakan oleh salah satu universitas di Indonesia bulan kemarin. 

Hal tersebut tentunya menjadi sasaran empuk bagi para komplotan penipu yang pandai memanfaatkan situasi. Bagaimana tidak? Disaat para fresh graduate itu sedang panik melamar kerja di sana-sini, pihak-pihak tersebut melakukan modus operandinya dengan mengatasnamakan perusahaan besar di Indonesia yang menawarkan gaji bagi pegawainya sebesar belasan juta per bulan. Iming-iming itu akan dengan mudah mempengaruhi para pencari kerja tersebut apabila mereka tidak dapat berpikir dengan jernih dan tergesa-gesa mengambil keputusan tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu.

Siang itu saya mendapat SMS yang mengatasnamakan pihak dari PT. Freeport Indonesia. Pesan singkat tersebut berisi pemberitahuan bahwa mereka telah mengirimkan email kepada saya. Memang beberapa hari yang lalu saya mengirimkan berkas lamaran, bermodalkan dari iklan lowongan pekerjaan yang saya dapatkan pada salah satu website. 

Buru-buru saya mendownload file attachment dari pihak yang mengaku dari PT. Freeport itu. File yang terdiri dari lima halaman PDF itu berisi petunjuk tentang persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta yang telah lolos seleksi administrasi. 

Butuh beberapa menit bagi saya untuk menyadari bahwa ini adalah kasus penipuan. Setelah saya menyelidiki lewat google, ternyata modus seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya. 

Ada banyak hal yang menimbulkan kecurigaan saya. Berikut akan saya jelaskan satu persatu: 
  1. Alamat email dan nomor telepon yang tertulis di kop surat, berbeda dengan alamat email dan nomor telepon yang tertulis di web resmi PT. Freeport. 
  2. Kualifikasi yang dituliskan pada surat (minimal pendidikan SMA/K), berbeda dengan kualifikasi yang dicantumkan di web resmi PT. Freeport (S1 dengan jurusan yang ditentukan). 
  3. Setiap peserta diwajibkan memesan tiket pada biro perjalanan yang ditunjuk oleh PT. Freeport. Disitu disebutkan bahwa setiap peserta harus membayar biaya akomodasi terlebih dahulu, dan setelah proses penyeleksian selesai, seluruh biaya akomodasi akan diganti oleh PT. Freeport.
    Hal ini yang menjadi kecurigaan terbesar saya. Sejak kapan ada perusahaan yang membayari seluruh biaya akomodasi (transport+hotel) bagi calon peserta recruitment nya? Memang sih PT. Freeport perusahaan yang kaya raya. Tapi tetap saja tidak masuk akal. Setelah itu, saya juga mencari alamat Duta Tour & Travel di laman google. Jeng jeng! Alamat perusahaan tour & travelnya saja di Kalimantan Timur. Sedangkan proses seleksinya di Jakarta.
  4. Konfirmasi peserta dilakukan melalui SMS. Dan anehnya lagi, mengapa format konfirmasinya = FREEPORT#Nama#Hadir/Tidak? Padahal jelas-jelas yang merekrut adalah PT. Freeport. Itu artinya ada kecenderungan bahwa penipu tersebut juga megatasnamakan beberapa perusahaan untuk melakukan penipuan.
  5. Di akhir surat, pihak tersebut mencantumkan jumlah gaji yang akan diterima oleh peserta yang lolos seleksi yakni 12,5 juta per bulannya. Tujuannya agar si korban terpengaruh dengan nominal gaji yang sangat besar itu dan buru-buru  mentaati semua instruksi tersebut. Menurut pemikiran saya pada waktu itu, agak tidak etis kalau perusahaan mencantumkan besaran gaji pada surat undangan resmi, kecuali kalau informasi tentang gaji tersebut dituliskan di web. 
  6. Sebagai langkah terakhir, saya mencoba melakukan search pada laman google dengan kata kunci “Penipuan Lowongan Kerja PT. Freeport Indonesia”.Jeng jeng! Ternyata ada beberapa blog dan forum diskusi yang juga membahas mengenai modus yang sama.

Pesan saya, jangan terburu-buru dalam bertindak, lakukan investigasi, berhati-hati, dan yang paling penting adalah, jangan mudah percaya terhadap website yang memberikan informasi lowongan pekerjaan.

Saya akui memang website-website tersebut sangat berguna karena telah membantu memudahkan kita dalam memperoleh informasi lowongan pekerjaan di era teknologi. Akan tetapi, karena saking banyaknya lowongan pekerjaan yang harus di input ke dalam website mereka, mungkin penyedia layanan tersebut tidak memperhatikan lowongan  asli/tidaknya secara detail.

Segera kroscek dan bandingkan informasi yang terdapat pada web lowongan kerja tersebut dengan official website dari perusahaan yang menerima lowongan pekerjaan. Cocokkan apakah kualifikasi, posisi, dan alamat email/alamat pengiriman lamaran sesuai dengan website aslinya.

Again, i just can say “Be a smart jobseeker everyone! God bless us!”




You Might Also Like

1 komentar:

  1. iya de, aku juga pernah dapet sms yg menurutku rada aneh, langsung aku search dan nemu, emang penipuan. serem banget. parah.. udah tau lagi nyari kerja tetep aja berusaha nipu -___-

    BalasHapus