Si Pipi Tembam

21.21 Dea Maesita 0 Comments

#DAY4 ~ CHIBI!



Chibi?
What's in your mind when you hear/see that word?

Kalau kamu termasuk anak jaman sekarang, kalau denger kata "chibi" pasti yang kebayang adalah girlband Cherybelle dengan gaya chibi-chibi nya itu.
Tapi, kalau kamu termasuk generasi 90-an, tiap denger kata "chibi", keingetnya pasti sama gadis mungil nan riang ini, ya kan, ya dong? :D

Topi kuningnya
Tas selempang merahnya
Sepatu balet merahnya
Setelan seragam merah-putihnya
Emmm.. masih ingat?

Kartun berdurasi 30 menit per-episode nya itu pernah menghiasi masa kanak-kanak saya di setiap Minggu pagi. Nggak tanggung-tanggung, jam tayangnya itu loh, pagi-pagi sekali, seinget saya sih pukul 06.30 WIB. 
Ceritanya yang mengisahkan tentang kehidupan anak-anak sekolah dasar, dengan kepolosan  dan tingkah laku yang bikin gemes itu masih membekas di ingatan saya sampai sekarang.

Diadaptasi dari komik yang dikarang oleh Momoko Sakura (Sumber: wikipedia), episode demi episode kartun Chibi Maruko Chan itu selalu menghadirkan cerita yang sederhana, namun konyol, dan terkadang mengharukan. Setelah sukses dengan ber-episode-episode film kartunnya, beberapa tahun yang lalu, muncullah versi human-life-movienya yang nggak kalah menggemaskan.

Entahlah, saya  selalu suka kartun Jepang dengan cerita yang sederhana  seperti ini. Cerita yang menggambarkan keseharian dunia anak-anak di sekolah, lingkungan bermain, dan di dalam keluarga, selalu menarik untuk disimak, seperti Kobo-Chan, Crayon Shin-Chan, dan Atashinchi. 
Do you agree? 

Dari situ kita dapat belajar bahwa kita hidup bersama teman-teman, tetangga, dan anggota keluarga yang berbeda-beda karakter. Mama yang bawel, Ayah yang penyayang tapi sok cuek, Kakek yang perhatian,  Nenek  yang tukang kuatir, Tamae yang pintar dan sabar menghadapi tingkah sahabatnya yang nakal, Hanawa yang kaya namun rendah hati, serta Maruo dengan jiwa pemimpinnya. 

Setidaknya kartun seperti ini lebih baik karena mengisahkan cerita nyata, ketimbang cerita yang penuh dengan imajinasi seperti Barbie, SAO, etc. Lagi-lagi ini tentang selera :)

Eh btw kok jadi cerita tentang isi filmnya ya?
Well benda ini adalah salah satu benda yang mejeng di meja belajar saya. Kalau kalian mengira bahwa ini adalah mainan, kamu salah! Sewaktu saya beli, ini adalah gantungan kunci yang berharga Rp. 5.000,00. Gantungan kunci Maruko ini saya beli di toko suvenir, ketika saya sedang mencari kado untuk adik saya yang berulangtahun. Selain itu, saya juga membeli gantungan kunci doraemon. "Ah cuma lima ribu!", pikir saya waktu itu. 

Gantungan kunci ini sempat menggantung setia dengan kunci pintu kos dan kunci kamar saya. Mungkin dia lelah, telah menggantung selama bertahun-tahun dengan kunci-kunci saya. Akhirnya dia meloloskan diri dari gantungan alumunium yang mengekangnya. Beruntungnya, dia meloloskan dirinya ketika di kamar, bukan di jalan raya. Kalau di jalan raya, mungkin saya  tak akan bisa bertemu dengannya lagi. Akhirnya saya menggantinya dengan gantungan kunci yang lain dan membiarkannya beristirahat di meja belajar sampai sekarang. 

You Might Also Like

0 comments: