Bantal Ini untuk Mama?

21.05 Dea Maesita 4 Comments

#DAY6 ~ BANTAL LEHER




“Mother have you seen your laughter
fall into the arms of angels
Mother if you see me, I’m allright”


Berkali-kali saya memutar lagu "Mother" milik Adhitia Sofyan ini di laman soundcloud (http://soundcloud.com/adhitiasofyan/sets/how-to-stop-time-bedroom), sebelum saya memutuskan untuk menulis postingan ini. Menangis? Tidak. Hanya berkaca-kaca.

***

Mama, Ibu, Ummi, Emak, dst.. Apapun julukannya, saya yakin, beliau adalah salah satu orang terpenting di hidup anda.

Saya masih ingat ketika duduk di bangku SMP. Seorang guru bertanya di kelas kami, "Siapa orang yang paling anda cintai di dalam  hidup kalian? Dan mengapa?". Hampir siswa seisi kelas, menjawab dengan jawaban yang sama, yaitu Mama.

Teman-teman saya selalu membangga-banggakan mama mereka di setiap cerita-ceritanya. Mamaku hebat, blablablabla. Meskipun demikian, tak jarang juga diantara mereka yang saling memuji mama milik teman yang lain, termasuk mama saya.

***

Semarang-Kediri. Kereta Matarmaja tengah malam. 
Saya dan mama berpamitan dengan papa yang ketika itu mengantar kami sampai di stasiun. Ya, kami berdua akan berangkat menuju Kediri dengan menggunakan kereta ekonomi. Pada saat itu mama sedang tak enak badan. Mukanya pucat, sering mual, dan tak ceria seperti biasanya. Namun apa daya, tiket kereta pulang-pergi sudah terlanjur dipesan. Kalau gagal, uang setengah juta bisa melayang.

"Wah?", mama terkejut ketika masuk ke dalam kereta. Ternyata kondisinya tak sebaik yang kami bayangkan. Satu bangku diduduki untuk tiga penumpang, berhadap-hadapan, lutut bertemu lutut, sungguh mengenaskan. "Maaf, Ma. Di bayanganku kondisinya nggak seperti ini", sesal saya kepada mama. "Ya nggak apa-apa. Kereta ekonomi aja sudah mahal kok. Dinikmati saja.", kata mama sambil tersenyum.

Beruntungnya di sepanjang malam, Mama bisa tidur dengan nyenyak. Sedangkan saya, tak bisa tidur. Saya baru tidur ketika kereta sudah hampir tiba di Stasiun Kediri. Pada waktu itu penumpang sudah mulai turun. Bangku-bangku sudah mulai kosong. Mama mencarikan saya bangku yang kosong, agar saya bisa tidur. Walhasil, bangku yang tadinya diduduki untuk tiga orang, kini saya pergunakan untuk tidur sambil selonjoran.

Enam jam kami menghabiskan perjalanan dengan kereta. Tempat yang akan saya tuju masih berpuluh-puluh kilometer jauhnya. Kami harus menggunakan becak, angkot, dan berjalan kaki untuk mencapai lokasi tersebut. Saya agak mengkhawatirkan kesehatan mama. Sebenarnya tujuan kami ke Kediri adalah untuk melakukan survei ke Kampung Inggris. Sebuah kampung di daerah Pare, Jawa Timur, yang diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin belajar bahasa asing, terutama bahasa inggris. 

Setelah lulus dari bangku kuliah, saya berencana untuk tinggal beberapa bulan disana. Tentu saja untuk belajar bahasa inggris. Untuk itu, saya perlu melakukan survei dimana tempat les yang bagus, beserta tempat untuk tinggal. Mama tidak mengijinkan saya untuk berangkat sendirian. Maklum, anak perempuan satu-satunya. Walaupun dalam hati, saya ingin berkata : "Mother if you see me, I’m allright".

Setelah sembilan jam perjalanan, akhirnya kami tiba di Kampung Inggris. 
Karena lelah berjalan, kami menyewa sepeda motor untuk berkeliling. 
Tak lama, hanya sekitar 1,5 jam kami berkeliling, mama mengeluh kelelahan. Wajah beliau pucat. Kami mencari masjid untuk shalat dan beristirahat. Mama sempat tertidur beberapa menit, kemudian wajah beliau tampak lebih sehat. Kami memutuskan untuk pulang saja, daripada beliau kenapa-kenapa.

Urusan kami sudah beres pukul 12.00 WIB. Namun, jadwal tiket untuk pulang ke Semarang masih pukul 20.00 WIB. Itu artinya, waktu kami tersisa masih delapan jam lagi! Mau dipakai untuk apa? 

In the end,  kami memutuskan untuk NGE-MALL saudara-saudara! 
Ya, maklumlah, wanita.

"Jauh-jauh ke Kediri cuma buat nge-Mall? Hello?", kata salah seorang teman saya di tab mention. Waktu itu saya masih sempat check-in di foursquare, dan meng-update status di twitter. Maklum, anak sosmed sejati #halah.

Setelah bertanya sana-sini, akhirnya kami menemukan mall di pusat kota. Yang ternyata, letaknya tak jauh dari Stasiun Kediri. Sesampainya di mall, mama berubah jadi sehat! OMG, emak-emak dimana-mana sama aja. 

"Eh, Mbak. Itu ada bantal leher yang kayak dipakai  artis-artis  gitu di TV. Mereka biasanya pake itu di mobil, kalau capek selesai syuting", kata mama sambil berbinar-binar.

"Eh iya ya, Ma? Banyak banget pula itu modelnya. Lucu-lucu", jawab saya dengan bersemangat pula.

Selesai muter sana-sini, akhirnya mama memilih bantal leher berbentuk doraemon. Alasannya, ya karena mama tahu kalau saya suka doraemon. Dengan jumawa, saya membawa bantal doraemon itu ke kasir.  Sampai akhirnya saya melihat bantal lain, dengan  motif animal print berwarna-warni.

Akhirnya mama pun setuju. Kami mengganti bantal leher doraemon, dengan bantal leher bermotif animal print di meja kasir. Saya tahu mama hobi mengoleksi benda bermotif animal print, dan saya  pikir, mama yang lebih membutuhkan bantal itu untuk tidur di kereta nanti malam.

Senja-pun tiba. Masih dua jam lagi sampai kereta Brantas yang akan membawa kami pulang ke Semarang, tiba. Kami pergi ke stasiun menggunakan becak. Saya dan mama duduk di bangku pojok stasiun. Menikmati nasi ayam Mc'Donalds yang kami bungkus di Mall tadi. 

Waktu menunjukkan pukul delapan. Brantas dan Matarmaja ternyata sama saja. Ya maklum, sama-sama kereta ekonomi AC. Sama-sama sebangku untuk bertiga, sama-sama lutut bertemu lutut. "Ya, dinikmati saja", saya masih teringat kata-kata mama. 

Sesampainya di tempat duduk, buru-buru saya mengeluarkan bantal dari bungkusan plastik. 
"Ini bantalnya Mama", kata saya.
"Udah, mama bisa tidur kok tanpa bantal. Udah itu buat Mbak Dea aja",kata beliau.
"Tapi kan...", kata saya.

Begitulah pengorbanan seorang Mama untuk anaknya. Rela bersakit-sakit, berlelah-lelah, untuk kebahagiaan anak mereka. Sudah siapkah anda, wahai calon ibu/calon ayah untuk berkorban? Ataukah anda masih egois dengan diri anda sendiri? Tak masalah, waktu dan kondisi akan mengubah pola pikir anda, sedikit demi sedikit.



You Might Also Like

4 komentar:

  1. aaaaaak. terharu bacanya. sweet :)

    BalasHapus
  2. wanitaaaaa...
    aku juga gitu kok, kemana2 pasti ujung2nya yang dicari adalah... MALL :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya hihi.
      Padahal ngemall kan ngga bagus... ngga bagus buat dompet :}

      Hapus