Mem(BRANTAS) Jarak

21.42 Dea Maesita 4 Comments

Kereta Brantas tengah malam. Tak usah kuatir, aku tak sendirian. Aku ditemani rindu-rindu dan pikiranku yang menggelayut tak menentu. Sepuluh stasiun lagi aku tiba. Tiba di persinggahan yang membuat jarak menjadi sebuah kutukan. Aku lemah pada jarak. "Ber-ribu aplikasi di ponsel yang ku-punya, tak akan ada artinya", pikirku. Dan kamu berkata, "Kita harus bisa memanfaatkan teknologi yang ada". Dari situ saja aku sudah dapat menyimpulkan bahwa kita berbeda.

Aku memang payah. Saat ini yang hanya bisa kuucapkan adalah kata terserah. Sementara itu kereta terus melaju. Meluncur dan bergetar, tak menghiraukan kerikil besar yang ada dihadapannya. Sebagian tertidur, sebagian menerawang, sebagian mengingat-ingat. Ah, entah bagaiamana cara kerja otak ketika jiwa sedang meredup. Terpecah-pecah. Tersekat-sekat. Terinjak-injak.

Malam ini aku tertidur berselimut melankolia yang tebal dan hangat, berbantalkan rindu dan cemburu yang tak usai menderu. Di kereta nomor lima, dan bangku nomor B-3 ini, aku tetap menggigil. Membayangkan apa yang terlalu dini untuk dibayangkan. Mengkhawatirkan apa yang seharusnya tak dikhawatirkan. 

Hidup bukan hanya perkara bertahan, tapi juga memperjuangkan. Kalau bertahan saja tak bisa, apakah kita bisa memperjuangkan?

If you missed the train i’m on
At least you know that i’m gone
And you can hear the whistle’s blown
A thousand miles away from home
If you missed the train i’m on
At least you know that i’m gone
The loco head on, the loco head on
The loco head on to the show
I will jump off my train
Dry my blood in my vein
But now we’ve found the end
I wish you
I hope you know what I do
Please carry me away
But it’s not today
I wish you
I hope you know what I do
Don’t believe what they say
Cause it’s not today
Early express for you
...



Late Post. Seharusnya ditulis tanggal 13 Mei 2013 :) Semarang-Kediri

You Might Also Like

4 komentar:

  1. Nice post sis :)
    Berangkat sendirikah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama temen. Tapi temen cuma 2 minggu.
      Jadinya ya sendirian hehe

      Hapus
  2. how's pare ?
    aaaahhh... i wish can go there. asap.

    #jangan diliat grammarnya#
    haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Owsom place to visit and stay!

      Don't worry, Pare will wait for you, Shan :D

      Hapus