Promosi Tempat Wisata melalui Penulisan Skripsi

15.27 Dea Maesita 0 Comments

"Tujuan skripsi itu buat apa sih? Kenapa harus ada skripsi? Kenapa, kenapa?!!"

Flashback.


Beberapa bulan yang lalu pertanyaan itu masih membumbung di pikiran kami. Sebuah diskusi antara beberapa orang mahasiswi tingkat akhir di linimasa twitter pada dini hari. Bukan, kami bukan sedang mengeluh. Hanya saja belum menemukan jawaban tentang apa pentingnya penulisan skripsi atau tugas akhir. Tidak ada pertanyaan yang diciptakan untuk tidak dicari jawabannya. Bulan April kemarin, saya telah menemukan jawabannya. 

Saya senang bertemu dengan orang baru, berbasa-basi, dan kemudian pergi. Ada hari dimana saya banyak bertemu dengan orang baru, dan ada pula hari dimana saya memilih berdiam diri tanpa bertemu siapapun. Pertanyaan basa-basi itupun seringkali menjemukan, namun akhir-akhir ini tidak. Kalau dahulu hanya ditanya, "Kuliah dimana, Mbak?" Sekarang pertanyaan itu meluas, menjadi diskusi agak panjang diantara kami,  'makhluk satu kali tatap'. Alat transportasi umum, warung makan, dan tempat umum lainnya adalah tempat dimana pertanyaan itu sering ditujukan. "Oh baru lulus kuliah ya? Di jurusan apa? Kemarin ambil skripsi tentang apa?". Lalu saya akan dengan lancar menjawab, "Skripsi saya tentang strategi pengembangan pariwisata di Kabupaten Kudus. Kebetulan ada objek wisata baru, namanya Situs Purbakala Patiayam. Nggak kalah lho sama Sangiran". Selalu saja begitu, dan entah sudah berapa orang yang kemudian tahu mengenai objek wisata yang saya jadikan fokus penelitian skripsi itu.

"Saya kemarin habis main ke Situs Patiayam lho", kata Dosen Pembimbing skripsi saya pada suatu hari. 
"Oh ya, Bu? Kok endak bilang-bilang?"
"Nggak sengaja, kebetulan saya mau ke Pati, lewat pantura. Terus penasaran, sekalian aja ke sana, biar tahu".
"Oooh"

"Memangnya Kudus punya tempat wisata?", kata salah seorang dosen (kebetulan bukan dosen pembimbing) pada sebuah pertemuan. JLEB!!! Saya berusaha untuk memasang muka kalem walaupun di dalam hati  sedikit tersinggung. Setelah menjelaskan ini itu, dan saya pun berhasil membuat dosen itu "penasaran". Yayy *ketawajahat* !

Di kampus kami, FISIP, setiap mahasiswa harus menyerahkan satu bandel skripsi untuk kemudian ditaruh di perpustakaan. Di ruangan khusus tersebut, nantinya skripsi-skripsi kami, akan menjadi bahan referensi dan pandangan bagi adik-adik angkatan. Nggak kebayang kalau misal skripsi saya dilihat oleh ratusan adik-adik angkatan. Itu artinya... ber-ratus-ratus pula yang semakin tahu mengenai potensi Situs Patiayam. Belum lagi, ketika menjalani interview kerja, biasanya pewawancara akan menanyakan tentang skripsi yang kita buat. 

Oh, jadi ini manfaatnya skripsi saya? :) 




You Might Also Like

0 comments: