Hari Ke-25 : Sidang Rasa Jet Patas

13.25 Dea Maesita 0 Comments

Kalau satu minggu yang lalu aku memecahkan rekor 10 menit untuk sidang komprehensif dengan dosen penguji pertama, kali ini ada yang lebih menggemparkan! 5 menit untuk sidang komprehensif dengan dosen ke-dua !!! Kali ini ada lebih banyak teman yang shock,  karena itu adalah sidang tersingkat yang pernah mereka lihat. Akupun.

Aku masih menggunakan kemeja putih tulang, dan rok hitam yang kupakai minggu lalu, tanpa mencuci terlebih dahulu. Aku berangkat ke kampus dengan sahabatku, Pama. Begitu sampai di ruang jurusan, ada empat teman lainnya yang juga memakai pakaian hitam-putih. Dua jam menunggu, ibu dosen itu tak kunjung datang. Walhasil malah semakin deg-degan, walaupun aku sebenarnya sudah tahu bahwa dosen pengujiku itu terkenal santai dan tidak akan pernah saklek. 

Akhirnya pukul sebelas, ibu dosen itu datang. Huwaa rasanya kayak ada backsound Afgan-Dia Dia Dia yang berbisik di telingaku. Dia dia dia, cinta yang kutunggu tunggu tunggu~ Hahaha

Akhirnya aku masuk,  dan menuju kubikel, meja kerja dimana beliau berada. 
Apa saja hal yang beliau katakan dan tanyakan selama kami berdua bertatapan muka? Jeng jeng jeng!
1. Lho ternyata kamu tho yang minta diuji. Cepet banget, kok udah mau lulus aja tho kamu Dea? (menjawab seadanya)
2. Kamu mau permen? *sambil menyodorkan segenggam permen mintz* Eh tapi jangan dimakan sekarang, kan ini kita (ceritanya lagi ujian). Hahaha (ikut tertawa seadanya)
3. Eh kamu asli mana sih? (Dan beliau berpendapat panjang dan lebar tentang kampung halaman saya. Ini bagian paling lama dari proses sidang ini -_-)
4. Oke, kita lanjutkan ujiannya ya. Jadi, apakah ada hubungannya antara perencanaan strategis dengan perencanaan pembangunan? (Rencananya sih pengen ngejawab panjang dan lebar. Tapi karena pertanyaannya hanya "Apakah ada hubungan?" aku hanya perlu menjawab "Iya, ada", dengan beberapa kalimat penjelasan singkat di belakangnya.
5. Sudah segitu saja, mana lembar penilaiannya? Oya IPK kamu berapa? Tolong masukkan lembar penilaian  ini di kotak kaca itu ya?
6. Sidang diakhiri dengan mencium tangan, dan mendapat doa dari beliau agar skripsiku lancar :') Terharu! Eh masih ada lagi, duh dibilang c*nt*k dan p*nt*r sama dosen idaman, aduh aduh, mood saya meningkat beberapa level :)



You Might Also Like

0 comments: