Hari Ke-22 : Jangan Bicara Hati

12.03 Dea Maesita 0 Comments

Aku selalu membenci pengungkapan dari hati ke hati, entah itu suka, maupun benci.
Itulah mengapa aku sangat membenci momen evaluasi. Dari berpuluh-puluh kepanitiaan yang pernah aku ikuti, dapat dihitung hanya berapa kali aku datang untuk menghadiri acara (tidak) penting ini.
Ya, kamu boleh menganggapku sebagai "makhluk yang tak berani menghadapi kenyataan", aku terima itu.

Aku, perempuan yang tak tahu akan melakukan apa, ketika para sahabat memberikan kejutan pergantian umur. Tak jarang mereka akan mencaci sambil tertawa-tawa "Ah, menyesal aku mempersiapkan ini semua. Mbok ya pura-pura kaget, seneng, terharu, atau gimana gitu?"
Dan saat itulah giliranku untuk menertawai mereka.

Aku, perempuan yang akan dengan tiba-tiba mengatakan "Lihat itu ada UFO!", ketika ada pria yang hendak menyatakan perasaannya padaku. 
Dan saat itulah giliranku untuk mengerjai mereka.

Aku, perempuan yang akan menghindar dan pergi tanpa membela diri, ketika disalahkan di tengah rapat evaluasi.
Dan saat itulah aku menutup telinga dan mulai membenci diri sendiri.




You Might Also Like

0 comments: