Hari Ke-20 : Ego

11.25 Dea Maesita 0 Comments

Enggan, mengisyaratkan tak ada yang sinkron  antara angan dan kenyataan.
Suatu kali kita akan berdecak, marah, menggumam.  
Dan suatu kali pula kita hanya bisa bersandar pada apa yang sudah digariskan.

Sebuah pensil mata tergores keluar dari garisnya,  siapa  yang melakukan?
Segelas kopi tumpah dari atas nampan, siapa yang patut disalahkan?

Saat  ini, yang dibutuhkan bukanlah kebiasaan untuk meratapi. 
Kita hanyalah makhluk yang pandai menciptakan emosi tersendiri, 
tanpa kita tahu istilah apa yang tepat untuk itu. 
Kalau ada yang mencaci maki keputusanmu, pakailah jurus terbaik untuk itu. 
Headset, dan tombol + untuk menaikkan volume ke-egoanmu.

You Might Also Like

0 comments: