Hari Ke-18 : Pelik

10.46 Dea Maesita 0 Comments

Makhluk melankoli yang satu ini memang tukang pemberi harapan  palsu. Sebenarnya nggak memberi harapan palsu juga sih. Kalau kata sahabatku, "Kamu itu terlalu baik dan polos". Sigh! Entah kenapa aku agak tidak suka jika mendapat julukan seperti itu. Ya, aku memang selalu tidak sadar jika ada  orang lain (terutama laki-laki) yang ternyata mempunyai maksud lain. Selalu terlambat dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyadari itu semua. Dan pada momen seperti itu, aku hanya bisa membodoh-bodohkan diri sendiri. 

Entah sudah berapa banyak yang menjadi korban untuk masalah ini. Banyak yang berujung putus silaturahmi, walaupun akhirnya kembali lagi. Kekhawatiranku ini hanya masalah sepele, namun semakin membuncah jika teringat bahwa Tuhanku membenci umatnya yang memutus tali silaturahmi. Aku sungguh tak ingin jika ibadah yang kujalankan selama ini, menjadi tertutupi oleh dosa-dosa semacam ini. Iya, untuk saat ini aku egois karena (masih) terlalu mencintai diriku sendiri, dan belum mau membiarkan orang lain untuk mencintai diriku ini.

#Nowplaying  - Adhitia Sofyan. Promises

I made no promises that I can’t keep
I don’t seek the secrets of the world
But if I made a promise that I, I should keep
It’ll be to find my way to you
I’ll find my way to you


You Might Also Like

0 comments: