Hari Ke-17 : Sidang Rasa Bus Patas

13.26 Dea Maesita 2 Comments

Rekor Ujian Komprehensif! Nggak lebih dari sepuluh menit! 
*Headline News sebuah surat kabar pagi ini* *Oke abaikan* #imajinasi


***

Pagi itu aku baru tuntas menyelesaikan membaca materi ujian, dan baru akan mengulangi membaca materi untuk kedua kalinya agar menempel di otak saat ditanya oleh dosen pembimbing nanti. Semalam sebelumnya, aku baru memulai membaca materinya, sambil menahan nyeri di perut karena datang bulan pada hari pertama #sigh

Pagi itu aku mendapat SMS dari sahabatku, Pama, yang meminta maaf karena ada acara mendadak sehingga tidak bisa menemaniku berangkat sidang. Beruntungnya Hesty, tiba-tiba menawarkan diri di BBM untuk menemani. "Dee, nanti aku ikut ya. Aku temenin, biar enggak takut". Waa girangnya bukan main. Dan satu per satu SMS pun berdatangan dari teman-teman dekat yang tahu bahwa hari itu adalah hari ujianku. 

"Ujiannya paling cuma 15 menit Dee, lima pertanyaan", jawab Pama ketika kutanya. Dan akupun kemudian mengirim pesan singkat untuk mengingatkan dosen pengujiku bahwa aku akan beliau uji Pukul 11.00 WIB nanti. Kusetrika kemeja putihku, rok hitam panjang, dan jilbab hitam. Kukirimkan BBM ke mama, meminta mohon supaya didoakan dan diberi kelancaran. 

Setelah mandi, masih kubolak-balik lagi halaman demi halaman materi. Sial, karena gugup, materi yang udah aku pelajari pun menguap lagi! AAAAK. Rasanya pengen hilang ditelan bumi. Aku memang gampang grogi-an, apalagi kalau menghadapi acara penting yang menuntutku untuk berbicara atau presentasi di hadapan orang lain. Apalagi kalau yang dihadapi itu adalah dosen. Saking stressnya, kuambil toples di meja yang berisi permen di dalamnya. Kubaca lagi materi sambil mengunyah permen secara massal!!! Nggak tau tuh udah berapa biji permen yang aku kunyah sebagai pelampiasan.



"Hesty, nanti berangkat jam setengah sebelas ya", kataku. Dan ternyata hesty menyuruhku untuk berangkat terlebih dahulu karena dia belum bersiap-siap. Kupanaskan mesin motor sebentar, dan akupun melaju ke.... indomaret terdekat :P Karene #terlaluserius belajar, aku sampai-sampai lupa kalau ternyata aku belum minum dan sarapan semenjak pagi tadi. Buru-buru aku menuju ke kulkas minuman untuk mengambil minuman favoritku, Nu Milk Tea, dan mengambil roti isi selai coklat. 

Sesampainya di kampus, aku menuju lobby gedung A untuk makan roti dan minum milktea terlebih dahulu, sebelum masuk ke ruang dosen. Sempat jadi pusat perhatian juga sih, gara-gara make seragam putih di kampus di saat liburan semester seperti ini. Tak banyak mahasiswa di kampus, hanya beberapa yang mengurus SP (Semester Pendek), dan mahasiswa yang mengantri di depan ruang dosen untuk bimbingan skripsi. Baru saja duduk di kursi lobby gedung A, pas banget, saat itu pula dosen pengujiku itu turun dari mobil. Jeng jeng jeng! Aku tambah panik! Kubuka-buka lagi materi ujianku yang sempat hilang dari ingatanku tadi. Sekitar 5 menit kubaca materi sambil meminum milktea. Ah rasanya udah rileks dan sama sekali enggak panik lagi. Dan dosen pengujiku itu berjalan ke ruang dosen, sementara itu aku masih menunggu Hesty. Akhirnya kuputuskan untuk menuju ke ruang dosen saat itu juga. 

Di depan ruang dosen ternyata cukup ramai dengan teman-teman lainnya yang sedang menunggu dosen untuk bimbingan. Setelah menumpulkan semangat dan doa dari mereka, aku berjalan menuju sekat-sekat kubikel, tempat dimana dosen pengujiku itu berada. Akupun memperkenalkan diri dan duduk di hadapannya.

"Ini makalahmu? Bukan seperti ini sebenarnya yang saya maksud. Ini tidak sesuai dengan pemikiran saya".

* TARATAKDUNGCES! * Apa yang akan terjadi saudara-saudara? Apa yang akan terjadi???

"Terus bagaimana, Bu?" *Kataku sambil memasang muka polosku, yang memang asli polos dari sononya*

"Yasudah. Ini yang kamu tulis di rumusan masalah, apakah sudah kamu jawab semua di bab pembahasan?"

YES! LAGI LAGI TERSELAMATKAN! *Level hidup menaik* *Ala nintendo*

"Sudah Ibu"

"Kalau begitu, pertanyaan saya ini saja. Kamu jawab rumusan masalah yang kamu buat sendiri ini. Nomor satu sampai nomor tujuh"

Bla bla bla.. Kujawab pertanyaan dengan lancar. Hanya di akhir-akhir pertanyaan aku agak-agak lupa, itupun sambil dibantu ibunya biar aku inget lagi. Wah lumayan sih, nggak blank-blank banget!
Lalu aku berpamitan, mengucapkan terimakasih, dan keluar dari ruangan. Sempet di-interogasi juga sama temen-temen yang lain. Kok cepet banget sih? Bla bla bla... Hihi.

Dan hesty ternyata belum datang juga. Aku memutuskan untuk pulang dan berjalan menuju parkiran motor. Kutelepon hesty agar tak usah datang ke kampus karena sidangku sudah selesai. Eh ternyata kita berpapasan di depan perpustakaan. "Lho kok udah selesai? Maaf ya? Tadi tu perasaanku nggak enak waktu mau jalan kesini. Eh ternyata malah udah selesai. Hahaha. Maaf ya aku telat".

Dan yayy! Separuh aku #eh Separuh bebanku sudah terkurangi!
Lalalala~

You Might Also Like

2 komentar:

  1. Hallo Dea...
    Salam kenal ya
    Btw, udah mau lulus kuliah neh...

    www.ZaenuriAchmad.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo salam kenal juga :D
      Eh satu almamater nih kayaknya
      Iya target April 2013 nih, bantu doa ya :D

      Hapus