Kartupos Kabayan Series - November Edition

14.51 Dea Maesita 0 Comments

Inspirasi kali ini muncul dari peristiwa yang sederhana, se-sederhana cintaku kepadamu #tsaaah . 
Oke #abaikan saja saudara-saudara!

Jadi ceritanya, liburan idul adha kemarin, aku pulang ke rumah. Seperti biasa, transportasi publik selalu penuh pada momen-momen mudik seperti waktu itu. Planningnya sih, malam takbiran harus udah duduk manis di rumah. Tapi nyatanya, jam delapan malem aku baru sampai di rumah. 
Bukannya istirahat karena kecapekan, aku malah begadang sampe larut malem buat belajar (baca: twitteran). Akhirnya, besoknya aku nggak bisa bangun pagi buat pergi shalat ied ke masjid. *Maafin Dea Ya Allah* . Oke, sebagai calon istri idaman, aku bangun pukul enam sembilan pagi! (6 sama 9 beda dikit lah yaa #ngeles)

Karena Om sama Tante yang dari Tangerang mau dateng ke rumah, jadilah aku ngebantuin mama buat bersih-bersih rumah. Nah! ini baru contoh calon istri idaman :p 
FYI aja sih, kalo pulang ke rumah, biasanya aku nggak tidur di kamarku sendiri, jadilah kamarku penuh dengan debu-debu yang berkerumun (oke, apa itu bahasa berkerumun de?). Apalagi rak koleksi buku dan komik, wah parah banget kotornyah. 

Lagi asik-asiknya ngebersihin koleksi buku, eh tiba-tiba keponakanku yang gagah perkasa layaknya satria (emang namanya Satria), dateng sama ibunya. 

"Mbak Deaaa (baca dengan nada mirip iklan oreo)" . 
"Iyaaa", jawabku 
"Mbaaak, laptopnya manaa? aku mau main Mario Bros :(" 
"Mbak Dea lagi sibuk bersih-bersih, udah kesana aja!" (silahkan bayangin gaya ngusirku yang kayak ngusir pengamen dengan alasan nggak ada uang receh)
"Yaaah :("

Lalu dateng lah adekku, Herdian, yang kemudian dengan "sok bijaknya" nasehatin si Satria.
"Heh Satria, kamu tuh masih umur tiga tahun, udah kecanduan main game. Mau jadi apa kamu? Mau jadi kayak Mas Dian?", ini pengakuan adekku yang seorang gamer sejati. Jarang-jarang kan ada gamer yang nasehatin calon gamer kayak gini?

Aku pun dengan santainya ngelanjutin bersih-bersih koleksi buku, tanpa mempedulikan Satria yang udah ngambek tingkat Mobil-Vewe-yang-udah-nggak-pernah-dipake-seminggu. Di sela-sela tumpukan buku itu, aku nemuin buku cerita anak-anak yang kubeli entah kapan. Judulnya Ayam untuk Bapak Gubernur, Seri Kabayan. Lumayan nih, bisa bikin Satria nggak ngambek lagi, pikirku.

"Satriaa, nih Mbak Dea kasih buku cerita ajaa, daripada main game terus kan, mendingan membaca", sambil nyodorin buku cerita ke Satria.
"Ayo dibaca, di-eja satu-satu", kata Ibunya Satria.
"Nggak maauu bacaa! maluu", kata Satria
"Lah kok malu?", kata Ibu Satria.

Kreeek! Kreeek! 
Buku ceritanya disobek-sobek saudara-saudara! :(
Oke, si Satria kini jadi ngambek tingkat Mobil-Vewe-yang-nggak-pernah-diservisin-setahun!

Akupun beringsut, mengambil kantong plastik dan memasukkan buku cerita yang sudah di robek-robek oleh Satria itu, dan berniat untuk membuangnya ke tong sampah. 
Eits dan tiba-tiba muncullah ideku *cling*
Sayang juga nih kalo dibuang, mending dibuat jadi "sesuatu" aja.
Lalu terpikirlah ide dalam sepersekian detik untuk membuat robekan-robekan buku cerita kanak-kanak itu menjadi sebuah kolase dalam bentuk kartupos. 

Setelah Satria pulang, barulah aku beraksi! Dengan peralatan dan bahan-bahan seadanya (Lem, Gunting, Kertas Kartupos, Spidol, robekan buku cerita, serta dengan semangat yang membara), akhirnya kuputuskan untuk membuat lima buah kartupos edisi Kabayan Series ini. 
Kupilih-pilih robekan-robekan buku cerita itu yang masih pantas untuk dibuat kolase, dan kemudian menyusunnya menjadi lima judul yang berbeda, dengan tema yang sama.


Buku cerita yang dibinasakan oleh Satria

Dan... dengan sedikit sentuhan kreatifitas, berubahlah sobekan-sobekan kertas itu menjadi... 


Cardtopost , kabayan series (November Edition)



Kartuposku ada lima, rupa-rupa warnanya.... syalalala. *nyanyi dengan nada fales*
Dipamerin satu-satu ah :))

#1. Title : POLOS
"Kata orang, diam ibarat emas. Nah aku mau mencoba, siapa tahu dapat emas"
(Kalau beneran gitu, aku udah dapet emas seribu ton kali yah -__-)



#2. Title : Untitled 
"Kabayan adalah tokoh cerita rakyat Sunda yang sangat terkenal. Ia jenaka, cerdik, sekaligus b*d*h. Karena perangainya yang khas itu, kejadian-kejadian lucu di masyarakat Sunda sering dikaitkan dengan tokoh ini".


#3. Kabayan Versi Galau
Siapa bilang tokoh cerita rakyat nggak bisa galau? :p Manusiawi banget ya emang. Yang udah berkeluarga kayak Kabayan-Iteung aja bisa galau, apalagi yang jomblo kayak kamu mblo! *dikeplak*
"Iteng jadi serba salah. Kabayan sangat berubah. Tapi, kenapa tidak terus terang saja?. Iteng hanya bisa menangis memikirkan suaminya".


#4. Title: Untitled
Kartupos seri ke-empat ini ceritanya tentang tingkah polah kucingnya kabayan yang menjadi tokoh figuran di buku cerita ini. Semoga yang nerima kartupos ini suka sama kucing yah :3 
"Hai kenalin, aku kucing peliharaannya Kang Kabayan. Aku imut kan? Tapi aku nggak tahu namaku siapa. hiks. Kamu tahu?"

#5. Title : Seri Kabayan
Kartupos ke-lima ini sebagai penutup edisi Kabayan Series! Yayy.
"Cerita-cerita tentang Kabayan tak terhitung jumlahnya, dan sampai kini masih digemari karena sifatnya yang menghibur". 


Makasih udah nyimak. Kartupos edisi selanjutnya, insyaAllah mau dibikin dari barang-barang bekas. Inspired by Fanniy . Soalnya kemarin habis nerima kartupos edisi barang bekas dari dia. Trus jadi kepengen mbuat juga :)

You Might Also Like

0 comments: