Pathetic Envy

10.33 Dea Maesita 0 Comments

Kayu yang bercabang itu bernama ranting. Semua orang juga tahu itu. 
Ranting di depan jendela kamarku berwarna abu-abu. Tempat dimana burung-burung kecil hinggap sebentar karena rindu. Rindu akan rasanya melepas lelah setelah lama terbang jauh. Daun-daunnya yang sudah kering dan berwarna kecoklatan  membuat mereka tak lama-lama bertahan. Ranting abu-abu pun kembali sayu.

Di sebelah baratnya, bernaunglah pohon mangga yang gagah. Dengan ranting yang jauh lebih hijau dan daunnya lebar merekah. Tapi tak satupun pernah terlihat ada burung yang bertengger disana. Bagaimana bisa? Ranting hijau menunduk malu.

"Di dunia ini, sekarang, dipenuhi oleh makhluk-makhluk yang kurang bersyukur. Orang miskin iri dengan orang kaya. Orang kaya iri dengan orang miskin. Orang jelek iri dengan orang cantik. Dan orang cantik iri dengan orang jelek. Bahhh! apa itu!", sindiran pohon rambutan mengalahkan ego mereka. 

Betapapun berbedanya mereka, ada dua kesamaan yang mereka lupakan. Yang pertama, ranting akan selalu tetap tumbuh, dan kedua, mereka makhluk ciptaan Tuhan.


pic taken from: jendela inspirasiku






You Might Also Like

0 comments: