Hei kamu, Biru

01.26 Dea Maesita 0 Comments

Begini pagiku, Biru.
Seseorang yang hanya bisa memandangmu dari balik jendela kamar yang sendu. 
Sebuah rutinitas yang kian kali membuat imajinasiku bergejolak bebas, meski sampai kapanpun aku tak dapat menyentuhmu. 
Sempat terpikir untuk pergi menyusulmu ke atas sana. Tapi bagaimana caranya? Naik pesawat terbang? Balon udara? Atau aku harus jadi astronot, pilot, atau pramugari terlebih dahulu untuk bisa menyentuhmu?
Aku putus asa, menyerah, jarak kita terlalu jauh, Biru.

Also available at instagram @deamaesita :))

Lalu kuputuskan untuk mencarimu ke tepian laut. Kudapati dirimu juga disana. Ah! senangnyaa aku bisa melihatmu lagi.
Percuma. Sama saja pada akhirnya.
Kini aku bisa mendekatimu. Dengan girangnya aku berlari hingga tak menghiraukan karang yang menghalangi kakiku.
Semakin dekat, kamu masih tetap Biru.
Tak sabar kulepas sendal jepitku dan membuangnya ke hamparan pasir putih yang menggelitiki kakiku.
Raut muka yang tadinya riang, kinipun berubah menjadi redup.
Se Biru-Birunya air laut, ternyata hanya terlihat Biru ketika dilihat dari kejauhan, dan tetap berwarna putih ketika disentuh. Begitu halnya dengan langit. Meskipun terlihat biru, sebenarnya yang ada hanyalah udara transparan dan bermolekul. Semuanya fana. Misteri Tuhan itu ada, salah satunya untuk membuat kita merenungkan hal apa yang terkandung di baliknya. Misterius itu seru, hei kamu Biru! Apakah kamu nyata hanya pada celana jins saja? :) 

You Might Also Like

0 comments: