Aku Ingin

15.29 Dea Maesita 0 Comments



“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu…

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada…”

"Sapardi Djoko Damono


kalau ngga salah, aku pertama kali denger sajak/puisi ini dari mas indra  presbem tahun kemarin, satu tahun yang lalu, di gedung Sudarto.
Dan kemarin siang, ketika Pak Rektor membacakan sajak itu, masih di gedung yang sama, acara yang sama, Feelnya terasa berbeda. Untuk ukuran perempuan yang gampang melting seperti saya, *uhuk* pembacaan puisinya ngena banget. Bapak rektor sepertinya berbakat juga tuh jadi sastrawan :D
Ngomong-ngomong soal baca puisi, aku juga termasuk orang yang jago baca puisi, kata temen-temen sih. Padahal menurutku biasa aja -___-  tapi entah kenapa pas aku yang baca puisi, yg lain langsung pada keprok2 gitu -___-  Hmmm *mulai random* 
Buat wanita-wanita yang udah bosen sama gombalan-gombalan "bapak kamuuu... blah blah blah pffft" mendingan ndengerin yang lebih berbobot dan dari hati, kayak puisi ini. Ya ngggaak? :))

0 comments:

When my smile was stolen. What should I do?

15.02 Dea Maesita 0 Comments

Nyampah dikit. Daripada ngga pernah di update...







.............................................................................................................................................................
P : "Lemes banget? Lagi sakit? Mau dianterin obat? Papa ke Semarang ya?", kata papa di seberang telepon dua hari yang lalu. 
A : "Ngga usah pah, aku baru bangun tidur, jadi masih ngantuk".
P : " Hahahaha, jam enam baru bangun? udah sholat?
A : Lagi nggak solat
................................................................................................................................................................

Bahkan papa yang cuma ndengerin lewat suara aja  udah tau kalo anaknya lagi "kenapa-kenapa".
KOTAK TERTAWA saya hilang saudara-saudara !!! *Ngomong Pake Toa*

Dan parahnya, di saat-saat "nggak bisa tertawa" kaya gini, eh malah banyak acara yang mengharuskan saya untuk tertawa. Foto Kementerian, Foto Pelantikan, mau nggak mau harus maksa senyum biar ga keliatan manyun di kamera. Dan inilah foto-foto "maksa" saya :






Sebenernya masih banyak foto-foto maksa. Tapi masih di camdignya prima, ismud, sama joni -___-
HELEP! efek PMS kali ya -___-

0 comments: