#Essai 2 : LKMMD FISIP UNDIP (19-11-11)

15.49 Dea Maesita 0 Comments

Gerakan-gerakan Kepemudaan dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Diri dan Bangsa

Oleh : Dea Martha Maesita
Ditulis saat Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Dasar FISIP UNDIP 2011



Saat ini, Indonesia sedang dalam kondisi yang membutuhkan banyak perbaikan dalam semua bidang. Baik itu kondisi politik, ekonomi, sosial, maupun budaya, semuanya memerlukan pembenahan-pembenahan tertentu untuk mewujudkan stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan pionir atau volunteer yang mempunyai integritas, kepedulian, konsistensi, dan kompetensi yang baik. Pemahaman diri terhadap karakter dan wawasan kebangsaan harus selalu ditanamkan dalam diri masing-masing.

Mengutip dari perkataan Soekarno tentang kepemudaan yakni “Seribu orangtua hanya dapat bermimpi, dan seorang pemuda dapat mengubah dunia”. Kita sebagai  Pemuda Pemudi harapan bangsa harus mampu dan mau untuk melanjutkan tugas dari pemimpin bangsa terdahulu, dan menyempurnakan implementasi praktek-praktek dengan visi kenegaraan. Pemuda-pemudi Indonesia harus dididik untuk mempunyai karakter yang solid, mempunyai jiwa nasionalis dan patriotism yang tinggi, sehingga dapat menularkan semangat dan mental pribadi yang tangguh kepada orang-orang di sekitarnya.

Pemuda dipercaya sebagai usia yang paling produktif untuk berkarya. Oleh karena itu, untuk memanfaatkan potensi kepemudaan dengan ideology-ideologi tertentu yang dipegang dan dianut sebagai landasan bagi organisasi tersebut untuk mencapai tujuannya. Ideology-ideologi tersebut diantaranya ideology sosial, ideology politik, ideology agama, dan lain-lain.

Organisasi dengan ideology sosial biasanya lebih berorientasi kepasa kepentingan orang lain, sehingga organisasi tersebut dibentuk untuk memiliki rasa kepedulian yang tinggi, dan paham akan realita dan kondisi sosial yang ada di masyarakat. Diharapkan agar organisasi sosial tersebut dapat membantu permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Organisasi dengan ideology politik biasanya sangat kental dengan organisasi politik di dalamnya. Anggota-anggotanya mempunyai karakter yang kuat dan sangat kritis. Organisasi-organisasi ini  biasanya merupakan organisasi turunan dari partai-partai politik di Indonesia., dan kebanyakan diikuti oleh mahasiswa. Sedangkan organisasi-organisasi dengan ideology agama biasanya lebih terfokus kepada salah satu agama secara spesifik. Program-program yang dilakukan adalah program yang dalam pelaksanaannya menggunakan landasan agama.

 Dari kesemua jenis organisasi tersebut, masing-masing organisasi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Organisasi tersebut harus dapat menonjolkan kelebihan apa yang ada di dalam organisasi dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada untuk mengubahnya menjadi peluang untuk dapat bangkit.  Keberhasilan dari organisasi tersebut tidak dapat lepas dari peran anggotanya yang menggerakkan sebuah struktur.  Pemuda-pemuda yang ada di dalam organisasi tersebut harus kreatif dan inovatif dalam artian untuk mengembangkan sebuah sistem yang statis menhjadi sebuah sistem yang dinamis dan fleksibel agar organisasi tersebut tidak kalah dengan organisasi lainnya. Perubahan harus dilakukan dengan dimotori oleh pemuda Indonesia.

Untuk dapat menggerakkan organisasi, Pemuda harus dapat menggerakkan dirinya sendiri ke arah yang lebih baik. Untuk itu, pemuda harus dapat menggali potensi dan kemampuan yang ada di dalam dirinya  dengan cara berlatih dan yakin atas jiwa positif yang ada pada dirinya. Dari sekian banyak pemuda yang ada di Indonesia, tidak semuanya yang mau untuk mengontribusikan dirinya kepada lingkungannya. Masalahnya klasik, pemuda pemuda itu cenderung egois dengan mimpinya sendiri dan tidak mau meluangkan waktunya untuk kegiatan-kegiatan di luar akademis. Mahasiswa-mahasiswa kita cenderung lebih mementingkan urusan akademis yang pada umumnya mengedepankan urusan hasil ketimbang prosesnya. Untuk itu, diperlukan perubahan mindset dari pemuda-pemuda tersebut supaya mereka dapat menyumbangkan kontribusi dan pemikirannya kepada orang banyak.

Salah satu wadah yang digunakan untuk mengembangkan potensi dirinya adalah dengan ikut ke dalam organisasi. Banyak keuntungan yang didapatkan di dalam mengikuti sebuah organisasi selain dapat menggali potensi diri. Diantaranya adalah untuk mengembangkan relasi dan pengalaman. Jika potensi diri sudah dicapai dan disalurkan melalui organisasi, maka kualitas diri dan organisasi akan semakin meningkat, dan kualitas bangsa juga akan semakin meningkat. Untuk mewujudkan semua itu, Pemuda Indonesia harus aktif dan optimis untuk membangun semangat demi Indonesia yang lebih baik.

You Might Also Like

0 comments: