A bowl of origami

08.38 Dea Maesita 0 Comments


Time : Bulan ramadhan, Agustus 2010
Place : Rumah lama, cat warna orange depan masjid al-falah

Mama : Mbaak, ayo bantuin mamah masak..
Aku : Bentar mah, lagi sibuk.

Si bontot : Mbak, ayo main PS lawan aku..aku habis beli kaset PS baru lhooo.
Aku : Engga ah lagi sibuk.

Papah : Motormu meh mbok cuci kapan ? (Itu motor kapan mau dicucinya?)
Aku : Hehehehe mengko sore wae pah (Nanti sore aja pah)
Papah : Halah kawit wingi og mengko-mengo terus (Halah, dari kemarin bilangnya nanti-nanti terus)

------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan yang sebenarnya terjadi adalah...
Waktu itu sepulang ngambil KRS di Kampus Tembalang kalo nggak salah.
Aku bersama sahabatku si Nena tiba-tiba ngidam pengen mbikin origami yang bentuknya bintang-bintang.
Dan sepulang dari kampus, kami naik angkot menuju ADA Swalayan. Kami lantas menuju ke tujuan utama kami yaitu ke toko buku di lantai 2.
Meskipun target utama kami hanya untuk membeli origami. Tapi seperti anak kecil kebanyakan *fitnah* kamipun ngendon lama-lama di toko buku hanya untuk sekedar melihat pernak-pernik maupun alat tulis yang lucu. hihihihi
Terus terus, karena 1pack diras aterlalu banyak, akhirnya kami beli patungan buat ber-2.

Ini bahan-bahannya :




Habis dari ADA, aku langsung naik bus dan pulang ke Kudus...
Sesampainya di rumah, bersibuk-sibuk ria lah aku dengan origami itu.
Ternyata eh ternyata, di kemasan origaminya, ada penjelasan tentang mitos origami bintang itu.

1 : unique love

2 : very loving

3 : i love u

5 : i loved to die you

11 : love most

66 : never separate

99 : ever lasting

Dan ini dia...origami bintang yang sudah aku buat :))



Emm bentar bentar deh *mikir* trus aku buat origami ini buat syapa yaa? *have no idea*
Waktu itu memang ada satu lelaki yang lagi deket banget sama aku. Tiap hari sms-an, beberapa kali jalan bareng, cerita tentang mimpi, dan keluarga masing-masing.
Lalu di akhir tahun , tepatnya di bulan desember, bisa ditebak… yaa dia meluncurkan serangan tembakan. Tapi aku Cuma nganggap dia sebagai teman. Nggak lebih. Dan pertanyaannya adalah… kenapa tiap ditembak pasti pas bulan Desember? *wink*
Dan sampai sekarang, 27th Ramadhan 2011, origami itu masih kusimpan untuk diriku sendiri 

0 comments:

Gerakan Anti Hedon

13.50 Dea Maesita 0 Comments


Menjadi sederhana bukanlah tuntutan hidup, tetapi sebuah pilihan. (Dea’s quote)

Sebagai anak pertama, aku lahir di keluarga yang cukup dikenal di desa tempatku tinggal. Karena kakekku H. Mudhofir (alm) merupakan mantan kepala desa yang sangat dihormati oleh masyarakat.
Sedangkan nenekku Hj. Aminah (alm) merupakan Ketua PKK yang membuat kelompok PKK dari desa kami banyak memenangkan perlombaan sampai ke tingkat nasional pada rezim kepemimpinan Presiden Soeharto di kala itu.

Ibuku yang notabene seorang dokter, dan ayahku yang dulu pengusaha peternakan ayam, menjadikan aku hidup sebagai Dea kecil yang bahagia dan berkecukupan di zaman itu.
Namun, prinsip hidup sederhana yang selalu diajarkan semenjak aku kecil itulah yang membuatku lebih suka jika teman-teman mengetahui identitasku.

Salah satu orang yang berperan penting dalam penerapan prinsip tsb adalah alm.Kakekku. Beliau itu adalah orang yang sangat-sangat tidak ribet.
Apalagi jika dilihat dari penampilan beliau. Kemeja batik yang sudah robek-pun masih dipakainya ke acara kondangan. Sampai-sampai omongan tetangga pun ribut dimana-mana.

Begitu pula alm.kakekku H.Tayad.
Beliau yang mantan wedana dan mantan TNI, juga menanamkan sikap hidup yang tidak jauh berbeda.
Bahkan aku masih ingat peristiwa saat alm kakekku meninggal pada pertengahan Juli 2011 kemarin.
Sebelum jenazah kakekku diberangkatkan ke pemakaman, Pak Kyai memberikan wanti-wanti atau nasehat kepada keluarga besar kami dari anak sampai ke cucu-cucunya untuk tetap mewarisi pribadi beliau yang sederhana, meskipun sebenarnya harta beliau yang belakangan kuketahui setelah kakek meninggal, ternyata berlimpah-ruah.

Itu yang membuatku selalu berpikiran untuk “Jangan iri kepada teman yang hidupnya penuh dengan hedonisme. Ke kampus naik mobil, gaya pakaiannya selalu uptodate, nongkrong di restran tiap hari.. hssshhhh. Apa itu? Gaya hidup berlebihan yang tidak disukai Allah. Harusnya kamu ga boleh ngiri sama mereka de! Harusnya mereka yang ngiri sama kamu. Karena mental sederhana itu tidak bisa dicetak secara instan. Mentall itu harus ditanamkan sejak dari lahir. Dan tidak semua orang punya sifat seperti itu”

Namun terkadang pengaruh pergaulan sehari-hari juga lumayan berat bagiku untuk mempertahankan prinsip itu. Tapi aku akan terus fighting! Untuk mempertahankan prinsip itu. Wish I could spread this principe to anyone that are behind my side :))

0 comments:

Media Vs Politik = ???

13.04 Dea Maesita 0 Comments

Hmm well. Pada era modern sekarang ini, perkembangan berita dapat dengan mudah tersebar berkat adanya media massa. Mulai dari berita politik, ekonomi, budaya, bahkan sampai berita yang gak penting sekalipun, seperti berita Agnes Monica yang sedang ganti warna rambut-pun bisa diketahui oleh siapa saja.

Peranan media massa juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan pemikiran masyarakat. Bisa dibilang bahwa isi yang ada di otak manusia tersebut, tergantung pada apa yang ditontonnya. Plus minus media massa tersebut patutnya tidak menjadi persoalan. Karena manfaat positif ataupun negative dari suatu media ya tergantung pada orang yang menilainya.

Namun apa jadinya jika sebuah media yang seharusnya memberikan informasi kepada masyarakat secara netral, tanpa menyudutkan dan memprovokasi salah satu pihak yang diberitakan, kini malah dipimpin oleh seseorang yang terlibat dalam kuasa politik. Sudah tak ayal lagi memang, kebanyakan pemimpin di suatu media massa biasanya mempunyai profesi ganda.Dari pengusaha tambang, pimpinan LSM, sampai anggota parpol tertentu.

Well bagaimana ke-netralitas-an media tersebut? Kita tunggu saja nanti menjelang Pilpres selanjutnya. Semoga saja masih bisa netral, tanpa diikut campuri oleh kepentingan politiknya :)

(write with peace) ^^v

0 comments: